Beranda

Sunday, December 11, 2011

Cara Jitu Menulis Artikel Layak Jual

Manfaat menulis di media massa
Sebenarnya begitu banyak manfaat menulis di media massa.menulis yang di maksud adalah menulis artikel lepas di media massa, yakni karya ilmiah popule non-fiksi.
A. Manfaat untuk diri sendiri
1. Gagasan produktif
berbagai ide dan gagasan yang ada di kepala kamu bisa tersebar luas lewat media massa. so, ide dan gagasan kamu tidak mengendap di kepala atau dibenak kamu, namun dapat menalir ke semua pihak. 

2. kepuasan batin
aku yakin, saat melihat nama kamu terpampang di media massa, kamu pasti merasakan sensasi yang luar biasa. sensasi yang seperti inilah yang dimaksud kepuasan batin. sebuah kepuasan yang tidak bisa dihargai dalam bentuk nominal uang berapapun. Dengan menulis di media massa, berarti kamu sudah menghasikan sebuah karya.

3. Nama dikenal orang
Dengan menulis di media massa, mana`kamu akan dikenal oleh banyak orang, dan dihargai oleh orang lain.

4. Dapat honor
Meski honor bukan tujuan utamaatau nomer satu, namun faktor honor juga kerap menjadi alasan untuk menulis. Honor merupakan manfaat yang mengiringi namun tak jarang menjadi daya pikat orang-orang untuk menulis di media massa.

5. Menjernihkan pikiran
Dengan menulis, berarti kamu telah menjernihkan pikiran yang sumpek menghinggapi kepala kamu. Kamu memang di tuntut untuk senantiasa mencurahkan isi hati, gagasan, dan ide kita. Minimal, melalui interaksi dengan orang lain. Ngobrol misalnya.

6. bekerja untuk kepribadian
Berkecimpung dalam dunia tulis menulis, aktivitas menulis adalah bekerja untuk keabadian. Pasalnya, dengan menulis, berarti mengabadikan ide pikiran yang kamu miliki.

B. Manfaat untuk publik
1. Memberikan informasi
Dengan menulis di media massa, berarti kamu telah memberikan informasi kepada masyarakat luas. Karena kadang, masyarakat masih belum paham dengan sejumlah peraturan baru.

2. Sumbangan pemikiran yang berbeda
Kita harus menyadar bahwa, meski tema yang digulirkan sama, namun ditulis oleh orang yang berbeda, pasti akan menghasilkan pemikiran yang berbeda pula. Kadang kelemahan tulisan satu di tutup dengan tulisan yang lain.

3. Memberikan perubahan ke arah yang lebih baik
Sudah menjadi tugas dan tanggung  jawab kamu untuk menegakkan kebenaran dan mencegah keburukan. Caranya?? Menulis di media massa.

Syarat Artikel Layak Jual
a.      Judul memikat
Buatlah judul yang mengundang kontroversi dan provokatif. Pada kesempatan lain, kamu juga bisa membuat judul yang mengandung getar sastra agar mempunyai nilai lebih. Kenapa harus membuat judul yang memikat? Karena biasanya, pihak redaksi tidak mempunyai banyak waktu untuk membaca artikel yang mencapai belasan bahkan puluhan. Biasanya pembaca maupun redaksi akan penasaran dengan judul artikel yang unik dan khas.buatlah judul yang di luar dugaan.

     1.gunakan diksi yang tepat
     Buatlah judul dengan bunyi akhiran yang sama. Misalnya, tentang kedatangan presiden Bush ke negara kita :”Bush datang, Indonesia siap utang”.

     2. plesetan dari istilah umum
     Plesetan adalah lelucon dari sebuah istilah, singkatan atau kata baku yang sudah lazim atau umum diketahui publik. Misalnya, ”Ponari sweet”, ”pemimpin gempa gempita”.

     3. gunakan istilah/ tagline iklan
     Trik lain dalam membuat judul unik nan memikat yang bisa kamu pakai adalah menggunakan istilah khas atau tagine sebuah iklan. Karena  biasanya, istilah iklan terdengar khas, unik, namun juga cukup familiar di telinga kamu. Misalnya, terkait mahalnya biaya sekolah ”Pendidikan Nasional Mahal. Tanya Kenapa?”

b.     Aktual dan Faktual
Dua kata kunci yang amat memengaruhi sebuah artikel layak muat atau tidak. Aktual dan Faktual.  Faktual karena anda membuat tulisan karya non-fiksi bukan fiksi yang bisa dibuat sesuka hati.Aktual karena kamu menulis artikel untuk media massa harian.

c.     Bahasa Jurnalistik
Bahasa jurnaistik adalah bahasa yang memiliki sifat-sifat khas, yakni: singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas, dan menarik.

d.     Ada sesuatu yang ’Baru’
Sebuah surat kabar biasanya menuntut hal-hal yang baru. Mungkin tema yang kamu tulis sama dengan kebanyakan penulis lainnya. Di sinilah di perlukan trik khusus. Cari sesuatu yang beda dari tema serupa. Gunakan cara pandang dari sudut yang berbeda, mengandung unsur baru, pencerahan, dan menyoroti sisi lain dengan sajian yang menarik, unik dan khas jelas akan membuat redaktur terpikat untuk memuatnya.

e.      Anilisis yang tajam
Jangan setengah-setengah dalam menggali sesuatu di balik sebuah peristiwa. Trik berikut dapat membantu kamu, misalnya, kamu akan menulis tentang mahanya biaya pendidikan di Tanah Air.maka rajin-rajinlah membacaberita atau opini terkait biaya pendidikan. Tak jarang kamu akan menemukan berbagai pemikiran analisis. Entah dari laporan wartawan atau ide dan gagasan dari penulis lain.

f.       Reaktualisasi tema
Reaktualisasi tema dapat kamu lakukan sebagai trik menulis artikel, yakni mengaktualkan kembali tema-tema yang pernah terjadi. Biasanya berkaitan dengan momentum sejarah.

g.     Hal-hal yang harus diperhatikan
1.     spesifik
tulisan harus spesifik, jangan terlalu umum. Dari penentuan tema, pilihlah tema khusus, fokus, dan satu bidang. Jangan merembet kemana-mana.

2.     Kalimat aktif dan pasif
Kalimat aktif memang lebih sering digunakan dalam tulisan koran, pasalnya kalimat aktif lebih memberikan tekanan pada pelaku. Tapi, kalimat pasif kadang juga di perlukan untuk memberikan tekanan pada objek kalimat.

3.     Kalimat harus pendek
Gunakan frasa-frasa pendek untuk mengungkapkan gagasan-gagasan kamu.

4.     Variasikan kalimat
Kamu juga bisa menggunakan kalimat-kalimat majemuk. Harapannya, dapat membantu menghidupkan gaya penulisan dan menghindari kesan tulisan datar.

5.     Alinea pendek
Alenia pendek mudah dibaca, jelas dan menarik secara tipografis. Satu alenia satu gagasan. Alenia baru gunakan sebagai anak bagian suatu gagasan.

6.     Hindari angka di awal kalimat
Jangan menggunakan angka untuk membuka tulisan kamu.

7.     Sebutkan identitas orang
Meski artikel tidak menuntut identitas orang secara lengkap, tapi sebisa mungkin kamu cantumkan identitas orang atau pengamat yang kamu sertakan dalam tuisan.

8.     Hindari merk dagang
Sebisa mungkin dalam menulis artikel, layaknya sebuah berita, jangan mencantumkan merk dagang.

9.     Pembaca belum tentu tahu
Jangan beranggapan bahwa pembaca paham berbagai istilah. Kamu pasti harus menjelaskanistilah-istilah khusus dalam artikel atau akronim yang kamu gunakan, sebisa mungkin kamu jelaskan kepanjangannnya dahulu.

No comments:

Post a Comment